Senin, 06 Februari 2012

Surat untuk belahan Jiwaku, Jenny


Akhirnya Kutemukan sahabat kecilku di jejaring sosial sore itu, Dia masih sama enerjiknya seperti di sekolah dasar dulu,. Tersenyum ceria, sapaan hangatnya akhirnya sampai di ruang tamu rumahku.

Tiada berkah yang paling membahagiakan bertemu dengan belahan jiwa tersayang yang telah lama dirindukan. Sejak saat itu, segala perjuangan tidak lengkap tanpa kehadirannya.

Bersama-sama kami putuskan bergabung di keluarga baru kami @YISC AL-AZHAR , setelah kami pulang mabit di Bi pada suatu pagi hari yang cerah..

Seiring perjuangannya, Waktu pun berlalu,
Kami sharing kamar kos, bercerita tentang apa saja, berbagi ikan goreng, tertawa hingga sakit perut, bersama mencuci dibawah bulan, berjalan bersama ke acara DT di masjid pondok indah tiap hari senin malam sebulan satu kali.

5 Februari, aku berulang tahun. Tapi mungkin di hari yang sama itulah harus aku kuketahui bahwa engkau tak kan lagi menyertai cerita hari-hariku. Kamu sangat kuat, hingga di detik terakhir baru merasa tidak kuat. Dengan tertatih namun penuh semangat kamu mencoba berdiri untuk langsung masuk mobil, namun setelah dimobil itu kamu dibaringkan dengan selimut kesayanganmu, napasmu pun berhenti. Tarikan napas dua kali yang lembut, yang kamipun tidak menyadari bahwa kamu telah pergi ke pangkuanNya.  Pangkuan Yang Hangat, yang membuatku yakin bahwa Dia yang akan membasuh segala luka dan menghilangkan sakit yang kamu rasakan. menggantinya dengan aroma ceria kasturi serta rasa manis buah-buahan warna-warni, delima dan kurma. Saat ini, aku tau kamu sedang riang gembira menikmati buah-buahan itu dengan memetiknya dari dekat. Saat ini, aku tau kamu sedang duduk-duduk di dekat mata mata air yang sedang memancar, memercikkan kedua kaki kamu dengan airnya yang segar dan jernih.

  
semoga kita ketemu lagi Jenita Sari sayang, di alam yang lebih baik dari pada saat aku menuliskan surat ini untuk kamu, Terima kasih atas semua kekuatan, semua harapan, semua kebahagiaan ini. Semua Persahabatan Yang Takkan pernah akan aku lupakan seumur hidupku. Kamu mengajarkan ku untuk menjadi seorang manusia dewasa.

Aku tau Allah sangat menyayangimu, begitupula kami semua disini.

Tenang dan Bahagia yah sayangkuuuu..

Selamat Jalan, Selamat bertemu Allah dan para SyuhadaNya

Besok kita cerita-cerita lagi ya sayangggggg... :))

*Ciumhangat-pelukanerat*





Sri Retno Kusumawardani
Read more

www.redisredno.blogspot.com

Photobucket